Malam Ini
Malam telah tiba untuk menjemput esok pagi.Tapi aku masih tetap di sini untuk menunggumu. Aku rindu saat-saat kita bersama dulu,aku rindu senyumku saatku bersamamu,aku rindu tawaku saatku bercanda denganmu. Aku merindukan semua tentang kita. Semua tentang kita saat kita masih bersama. Entah pergi kemana perasaan ini,rasanya seperti baru mengenal orang asing saja,saat kumelihatmu.
Owh Dewa Cinta kembalikan perasaanku yang dulu,perasaan yang selalu merindu dan merindu tanpa ada henti-hentinya. Sejujurnya hati ini sangat merindukan kehadiranmu tapi keegoisanku selalu mengalahkan keinginan hatiku untuk tetap merindu. Hatiku ini penuh dengan dendam yang membara karena telah kau lukai. Terlalu sulit untuk membuka hati ini untukmu kembali. Ada banyak retakan dan serpihan kenangan masa lalu yang mesti aku hapus. dengan harapan hati ini bisa sempurna kembali.
Aku cukup bahagia mendengarmu saat kau katakan padaku bahwa kau ingin merajut kembali cinta kita. Bahwa kau ingin kita memulai hubungan ini dari awal. Aku cukup bahagia mendengar itu semua. Akan tetapi aku begitu terluka saat tahu bahwa alasan kau mengatakan hal itu kepadaku. Kau hanya ingin menjadikanku sebagai pacar pajanganmu saja. Hanya status semata. Aku sakit banget mendengar alasan itu.
Apa aku ini tidak pantas untuk kau cintai ? Atau kau kira aku ini seperti boneka,sehingga kau dengan sesuka hatimu mempermainkanku ? Apa aku tidak layak mendapatkan cinta darimu ?
Kau sungguh kejam ! Kau mempermainkan perasaanku. Perasaanku ini tulus untuk mencintaimu. Aku tidak main-main dengan apa yang aku katakan,"aku menyayangimu". Dan kau tidak pernah membalas perasaan sayangku ini dengan tulus bahkan kau tidak menerimanya dengan sungguh-sungguh.
Terlalu sering kau membuatku menangis. Membuatku menderita hanya karena perasaan ini . Aku mencoba untuk tetap tegar saat mengatakan bahwa kita BELUM bisa untuk menjalani kembali hubungan kita. Aku tetap berusaha menahan air mata ini agar aku tidak meneteskan air mata di hadapanmu. Aku berpura-pura tegar saat aku mengatakan hal itu. Aku berharap, aku tidak akan menyesal untuk mengatakan hal itu kepadamu. Akan tetapi perasaan hati memang tidak bisa di bohongi,hari-hariku hampa tanpa kamu. Aku masih belum terbiasa tanpa kamu, aku tidak bisa menikmati indahnya hari-hari ini,yang aku tahu hanya pagi,siang dan malam. Kemudian pagi,siang dan malam dan seterusnya.
Sejujurnya hatiku ini masih milik kamu,aku masih mengharapkan kamu untuk kembali,aku masih tetap menyayangi kamu. Akan tetapi aku butuh waktu untuk menyiapkan hatiku agar dimilikimu kembali. Aku masih disini,masih menyulam hatiku untuk menyiapkannya agar kamu miliki. Aku harap kamu juga bisa lebih mempersiapkan hatimu untuk menerima cintaku nanti.
Biarkan malam yang kelam ini membantuku untuk menyulam hatiku dan menghapus semua luka di hatiku. Aku butuh waktu untuk sendiri,agar aku bisa menenangkan hatiku. Aku butuh kedamaian. Biarkan angin malam menyampaikan salam rinduku kepadamu dan bintang-bintang di langit menjadi saksi kisah kita. Dan biarkan hati kita yang berbicara dalam kejauhan meski tak pernah berjumpa. Hanya waktulah yang bisa menjawab semuanya.