Kita berdua memang senang banget menghabiskan waktu untuk berdua. Crist juga banyak tahu tentang cerita-cerita hidup gue,mulai dari yang susah,menyenangkan hingga kemalang yang gue rasakan. Apa pun yang gue rasakan gue selalu cerita ke Crist. Bahkan,gue enggak sungkan-sungkan nyerita’in tentang keluarga gue,mulai dari sepupu yang paling enggak gue suka hingga kakak sepupu yang gue senangi,pokoknya Crist tahu segalanya tentang gue. Hanya aja dia enggak kenal dan enggak tahu mana orang-orangnya.
Begitu sebaliknya dengan Crist,dia juga nyerita’in segala masalah yang dia punya,mulai dari pacar yang dia sayang hingga pacar yang hanya untuk numpang status aja,masalah-masalah keluarga dia juga gue tahu,kakak dia yang super duper cerewet serta adik bungsunya yang super duper cuek. Hobby yang dia suka juga gue tahu,makanan favorite dia,barang kesayangan dia dan masih banyak lagi yang gue tahu tentang Crist.
Kita tuh akrab banget,pernah suatu saat Crist punya masalah dengan temannya,gue juga ikut prihatin terhadap masalahnya,jadi gue selalu send massage ke dia buat ngingatin kalo masalah itu adalah salah satu bagian dari hidup yang musti kita hadapi,karena semua orang pasti akan mendapatkan masalah,percaya aja kalo Tuhan punya rancangan terindah buat kita dibalik semua masalah yang sedang kita hadapi . Pada saat itu gue lagi mengikuti sebuah lomba yang di adakan dikampus,ya...gue masih ingat banget lomba debat yang masih dalam tahap penyeleksian untuk masuk ke babak finalnya nanti.
Tepat pada hari ke-2 debat,gue dihadapkan dengan dua pilihan yang gue rasa cukup berat buat gue nentu’in. Pertama,Crist mohon-mohon ke gue buat nemenin dia balik ke-rumahnya untuk ketemu dengan temannya yang katanya sumber dari masalah yang sedang dia hadapi saat itu. Kira-kira 3 jam dari sini ke-rumahnya Crist,dan pulang ke-rumahnya itu adalah salah satu cara yang musti dia lakukan demi penyelesaian sebuah masalah yang sedang dia hadapi saat itu. Dan Crist meminta gue buat nemenin dia pulang. Gue bingung . Dan pilihan yang kedua penentuan babak finalnya sekita jam 2 akan diumumkan. Bagaimana jika gue terpilih di babak finalnya nanti ? sememtara si Crist ng-desak gue,selesai acara debat siang sekitar pukul 10 pagi itu langsung pergi ke-rumahnya,buat ketemu sama temennya itu. Sebenarnya gue udah nolak ajakan si Crist sebelumnya tapi dianya maksa-masa gue. Ahkirnya gue ikut dia balik ke-rumahnya.
Sesampainya di rumah Crist kita langsung ketemu dengan temannya dan merekapun membicarakan masalah itu. Sekitar jam 4 sore gue dapat pesan dari teman gue,bahwa nama gue masuk dalam babak finalnya acaranya di mulai jam 8 besok pagi. Tapi gue enggak bisa ikut karena gue lagi di-rumahnya Crist,terpaksa gue lepasain aja tu kesempatan,ini semua demi persahabatan gue dan Crist,gue rela enggak ikutan maju ke-babak finalnya padahal ikutan debat itu cita-cita gue dari SMA . Sebenarnya gue sedikit sedih karena itu,tapi ini pilihan gue dan pilihan gue ini buat gue jadi enggak berdaya,dua-duanya sama pentingnya.
Crist enggak bisa ngerasa’in apa yang gue rasakan saat itu,ada sedikit unsur terpaksa gue nemenin si Crist tapi gue juga ngehargai persahabatan kita berdua. Jadi gue putuskan untuk tidak mengikuti debat demi nemani Crist untuk menyelesaikan dulu masalah yang ia hadapi itu. Itulah sedikit pengorbanan gue buat persahabatan gue dan Crist yang bisa gue sharekan. Gue sayang sahabat gue dan seorang sahabat itu selalu ada untuk sahabatnya kapanpun di manapun dan dalam keadaan apapun . Crist, gue hanya ingin persahabatan kita langgeng. We always together forever.
hey, readers pernah ngalamin enggak sih apa yang gue alamin ini ? pilihan yang membingungkan ya ? Tapi saran gue ikuti aja kata hati lo :)
follow me @Fitriariyes
No comments:
Post a Comment